Analisis Jurnal 3

PENGARUH KUALITAS TEKNIK, KUALITAS FUNGSIONAL,

DAN AKTIVITAS PEMASARAN TRADISIONAL TERHADAP

CITRA PERUSAHAAN PT. TELKOM KANTOR DAERAH

TASIKMALAYA

Latar Belakang

Baik buruknya citra perusahaan dapat diukur melalui pengalaman konsumen dalam menikmati output dari aktivitas perusahaan. Jika masyarakat merasakan bahwa pengalamannya sangat memuaskan dirinya, maka secara langsung ataupun tidak langsung dia akan memberikan kesan baik kepada perusahaan (Lyfe, 1996). Konsumen akan beralih ke perusahaan lain jika ia merasakan adanya citra buruk dari perusahaan langganannya.

Tujuan Penelitian

  • Mengukur dan menganalisis persepsi konsumsi tentang Citra PT. Telkom.

  • Mengukur pengaruh kualitas dari teknikal kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional terhadap citra PT Telkom Kandatel Tasikmalaya.

Hasil

  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Telkom Kantor Daerah Tasikmalaya memiliki citra dalam kategori baik dihadapan pelanggannya.

  • Dimensi-dimensi yang terdapat pada variabel kualitas teknik, kualitas fungsional dan aktivitas pemasaran tradisional berkorelasi positif dengan citra perusahaan.

  • Secara serempak variabel kualitas teknik, kualitas fungsional dan pemasaran tradisional berpengaruh nyata terhadap citra perusahaan. Sedang kan secara parsial hanya variabel kualitas teknik dan aktivitas pemasaran tradisional yang berpengaruh nyata terhadap pembentukan citra perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun secara individu variabel kualitas fungsional tidak berpengaruh nyata terhadap pembentukan citra perusahaan, namun ketika dipadukan dengan dua variabel lainnya, variabel ini memiliki kontribusi dalam meningkatkan citra perusahaan.

Metodologi

Teknik pengambilan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom yang berada di wilayah Kodya Tasikmalaya, sebanyak 22.475 pelanggan. Kerangka pengambilan contoh diambil dari buku petunjuk telepon tahun 2001/2002. Ukuran contoh ditentukan dengan menggunakan formulasi sebagai berikut :

Maka persamaan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

Y = a + bx

Regresi linear dan korelasi

Operasionalisasi Variabel

Dalam penelitian ini variabel yang dikaji adalah kualitas teknik, kualitas fungsional, pemasaran tradisional, dan citra perusahaan. Kualitas teknik berkaitan dengan fasilitas dan penampilan fisik dalam melayani konsumen. Variabel ini diukur dengan dimensi: (i) penampilan fisik pegawai; (ii) penampilan fisik PT Telkom Tasikmalaya;(iii) peralatan yang digunakan perusahaan (seperti computer dan alat-alat untuk perbaikan teknik); (iv) fasilitas fisik pelayanan (seperti tempat parkir, ruang tunggu, ruang pelayanan, dan kamar mandi); (v) kenyamanan dan kebersihan; (vi) ketersediaan jaringan baru; dan (vii) pengetahuan teknik dari pegawai. Kualitas fungsional adalah proses pelayanan berupa interaksi antara PT Telkom dan pelanggan. Variabel ini diukur dengan dimensi sebagai berikut: (i) keramahan petugas; (ii) kesopanan dan kesabaran petugas; (iii) profesionalisme petugas dalam berinteraksi dengan pelanggan; (iv) kecepatan petugas dalam memberikan pelayanan; dan (v) kemudahan petugas untuk dihubungi bila konsumen mengalami permasalahan.

Analisis data

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji, yakni uji validitas dan uji reliabilitas. Untuk mengetahui sejauhmana pengaruh kualitas teknik, kualitas fungsional, dan aktivitas pemasaran terhadap citra perusahaan, data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi dan korelasi.


Analisis Jurnal 2

AUDIT KOMUNIKASI SEBAGAI ALAT UNTUK MENGUKUR EFEKTIFITAS

DAN EFISIENSI KOMUNIKASI DALAM SUATU ORGANISASI

Masalah dan Latar Belakang

Komunikasi yang efektif menjadi faktor yang penting bagi pencapaian tujuan suatu organisasi baik organisasi bisnis maupun non bisnis. Bahkan komunikasi organisasi disebut sebagai darah bagi kehidupan organisasi. Penyelenggaraan sistem komunikasi yang efektif merupakan keharusan bagi suatu organisasi

Tujuan Penelitian

Untuk dapat mengetahui apakah kegiatan komunikasi yang sudah dijalankan efektif atau berhasil mencapai tujuan dan sasaran organisasi adalah dengan melakukan audit komunikasi.

Metodologi

Standar pengukuran untuk audit komunikasi yang dikenal sebagai sistem ada lima alat pengukuran yang oleh Goldhaber dirumuskan menjadi teknik dan metode yakni, Survey dengan kuesioner, Wawancara tatap muka, Teknik analisis jaringan, Pengalaman komunikasi dan Catatan harian komunikasi. Sedangkan teknik pengumpulan dan analisis data terdapat, Teknik observasi, Teknik wawancara dan Teknik analisis ini.

Hasil

Audit komunikasi dapat memberikan informasi yang berharga guna mencegah terjadinya kehancuran suatu organisasi. Audit komunikasi dapat mengukur efektif atau tidaknya suatu program komunikasi tertentu. Segala hambatan komunikasi dan gangguan yang menyebabkan macetnya aliran informasi dan peluang yang terlewat dapat diketahui sehingga diperoleh cara yang dapat meningkatkan dampak yang dikehendaki sehingga organisasi atau perusahaan dapat mempertahankan hidup bahkan kesuksesannya di tengah persaingan global yang makin keras.

Tahun 2050 Glestser di Pegunungan Alpen Akan Meleleh


Ilmuwan Austria memperingatkan, bahwa pada 2050 mendatang gletser di Pegunungan Alpen akan habis mencair, dan akan menimbulkan kerugian yang sulit diduga pada seluruh daratan Eropa. Ini merupakan contoh terbaru dari pemanasan global. Setengah sebelumnya, ilmuwan mendapati peristiwa retaknya kerangka es terbesar di kawasan kutub utara Kanada, dan menurut mereka, bahwa semua ini adalah akibat pemanasan global.

Menurut laporan Reuters, bahwa obyek wisata Alpbach di Provinsi Alps, Austria, setiap tahun selalu mengadakan forum tentang masalah ekologi dan lingkungansetempat. Dalam forum tersebut para ilmuwan menyatakan, bahwa sampai pada tahun 2050 mendatang gletser di Pegunungan Alpen akan meleleh semuanya.

Hasil penelitian ilmuwan Rolland Phursenna dari Institut Geologi Universitas, Austria mendapati, bahwa voluma gletser di atas Pegunungan Alpen yang berada di wilayah Provinsi Alps, Austria tengah menyusut dalam skala kurang lebih 3% setiap tahunnya, dan ketebalannya juga berkurang hingga sekitar 1 meter.

Ketebalan rata-rata gletser di Pegunungan Alpen saat ini adalah 30 meter, Phursenna mengatakan, prediksi lenyapnya glestser pada 2050 mendatang adalah perkiraan konservatif, jika lumeran gletser meleleh berdasarkan kecepatan saat ini, maka sebagian besar gletser akan lenyap sebelum 2037.

Phursenna menuturkan, kami yakin, bila sampai pada 2050 nanti, selain beberapa gletser yang berada 4.000 meter lebih di atas permukaan laut akan tetap eksis, gletser lainnya akan lenyap. Sejak Februari tahun lalu, hasil pengukuran peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Swiss menunjukkan, bahwa sejak 1985-2000, gletser di daerah Pegunungan Alpen rata-rata berkurang 22%. Hal ini disebabkan perubahan iklim, kemarau dan faktor lain yang mengakibatkan melumernya gletser dalams kala luas.

Selain itu, lapisan es di Kutub Utara dan Selatan juga mencair, ketebalan lapisan es di kedua kutub telah menurun hingga pada titik terendah selama 1 abad terakhir. Jika lapisan es di kedua kutub tersebut mencair, maka itu akan menjadi sebuah bencana besar bagi warga dan Negara di kawasan dataran rendah.

Indikasi ini menunjukkan, bahwa pemanasan global kian hari semakin parah, karena itu, dalam forum kali ini, para ahli tidak terlalu membahas masalah pemanasan global, tapi menghimbau mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi warga di daerah pegunungan Alpen. Sebab lumeran gletser dapat mengakibatkan banjir, sehingga mengancam keselamatan warga setempat.

Ilmuwan menuturkan, bahwa lumernya gletser menyebabkan banjir di kawasan Pegunungan Alpen, dan ancaman banjir bagi penduduk yang tinggal di lembah Pegunungan Alpen semakin besar, para ilmuwan menghimbau agar segera mengambil tindakan pencegahan untuk menjamin keselamatan mereka.

Selain itu, sejumlah besar sungai di Eropa yang berasal dari pegunungan tersebut akan menjadi masalah serius bagi Eropa jika gletser di pegunungan tersebut mencair sepenuhnya.

Pada awal Januari lalu, majalah bulanan (manuskrip pembaca) Amerika pernah melaporkan, Pegunungan Alpen menduduki 190.000 km persegi daerah jantung Eropa, selama ratusan tahun terus dieksplorasi, dan hingga kini hanya 17% areal yang di rancang menjadi daerah lindung taman umum.

Gunung Alpen yang tampak di layar televisi seperti tidak berpenghuni itu sebetulnya terdapat 14 juta penduduk di sana, 2/3 di antaranya berpusat di kawasan tersebut, sebagian besar daerah lembah Pegunungan Alpen tampak seperti “taman pemandangan besar” : pabrik, jalan kereta api, hotel, hunian, gereja, tempat parkir, tempat timbunan kayu, kedai, restoran dan toko serta instalasi lain yang merangkai dengan jalan utama yang bergelombang berkelok-kelok. Eksplorasi manusia yang berlebihan dan lenyapnya gletser serta beban transpor dan masalah lain telah membuat letih lelah gunung besar tersebut.

Analisis Jurnal 1

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Pemanfaatan Sistem Informasi dan Penggunaan Sistem Informasi

(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta)

Rina Handayani (2007)

Masalah dan Latar Belakang

Apakah terdapat pengaruh positif signifikan ekspektasi kinerja, usaha, dan faktor sosial terhadap minat pemanfaatan SI dan apakah terdapat pengaruh positif signifikan kondisi-kondisi yang memfasilitasi pemakai dan minat pemanfaatan SI terhadap penggunaan SI.

Tujuan Penelitian

Untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan sistem informasi dan pengaruhnya terhadap penggunaan sistem informasi dengan menguji model yang diajukan oleh Venkatesh et al. (2003). Tujuan model ini untuk dapat menjelaskan faktor-faktor utama dari perilaku pengguna teknologi informasi terhadap penerimaan penggunaan teknologi informasi itu sendiri.

Metodologi

Desain penelitian ini adalah survey, yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan faktor sosial terhadap minat pemanfaatan SI. Metode ini menggunakan rumus regresi linear berganda. Sumber data yang digunakan adalah berupa kuesioner. Populasi dari penelitian ini adalah industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.Model persamaan regresi dalam penelitian ini adalah:
Y1 = β1X1 + β2X2 + β3X3 + ε dan Y2 = β4Y1 + β5X4 + ε
Dimana, Y1: Minat Pemanfaatan SI, Y2: Penggunaan SI, X1: Ekspektasi Kinerja, X2: Ekspektasi Usaha, X3: Faktor Sosial, X4: Kondisi-Kondisi yang Memfasilitasi Pemakai, β: Koefisien Regresi, dan ε: Error.

Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja dan ekspektasi usaha dan faktor sosial berpengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan sistem informasi. Kondisi-kondisi yang memfasilitas pemakai berpengaruh positif signifikan terhadap penggunaan sistem informasi dan minat pemanfaatan sistem informasi tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi.