Kesabaran
Ketika Penyesalan Itu Datang...
Disamping itu juga sesuatu yang ingin dicapai, tidak boleh lupa dengan suatu kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu tersebut karena setiap orang memiliki kadar dan tolak ukur masing-masing. Ada orang yang mau berkorban karena memang mencintai tujuannya, dan dia benar-benar tulus untuk mewujudkannya. Ada orang yang mau berkorban tapi dia tidak serius dan main-main untuk mewujudkannya maka sebagai orang individu-individu seperti tersebut jangan berharap kesuksesan akan menghampirinya di kemudian hari.
Oleh sebab itu, sebelum semua itu terlambat dalam jurang yang terlalu dalam dan sebelum semua jalan yang yang berkelok-kelok menghampiri masing-masing individu. Sebaiknya mulai dari sekarang kita sebagai manusia harus sadar dengan kerasnya hidup di jaman sekarang karena "Hidup Itu Keras" semua itu ada persaingannya dan orang-orang yang tekun dan mau berjuang keras ialah orang-orang yang masa depannya akan indah dan bahagia.
Sesungguhnya belum terlambat bagi kita untuk memperbaiki semuanya, karena hal yang terbaik adalah mencoba suatu hal daripada tidak sama sekali, dan kita harus mengubah cara hidup kita yang disiplin dan kembali ke melakukan suatu hal yang terbaik.
Janganlah jadi orang-orang yang menyesal di kemudian hari, karena penyesalan itu datangnya di akhir. Betapa sakitnya dan perihnya jika kita sebagai individu mengalami hal tersebut. Oleh karenanya cegahlah hal-hal seperti itu agar tidak terjadi kepada diri kita sendiri maupun orang lain.
Disini orang-orang yang mengalami penyesalan pasti akan meluapkan kesesalannya karena sungguh dia bertanya-tanya kenapa tidak dari dulu atau kemarin-kemarin saya melakukan hal tersebut, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi kepadanya.
Maka oleh sebab itu disini perlu kita ambil suatu pelajaran yakni, janganlah engkau sia-siakan waktumu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat tapi gunakan waktumu untuk sesuatu yang berguna dan bermanfaat, agar penyesalan dan kekecewaan tidak datang kepada kita maupun orang lain.
Tugas 5 Bahasa Indonesia 2
Bahasa merupakan kunci untuk membuka khasanah pengetahuan. Hanya dengan bahasalah kita dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan. Hal tersebut mengharuskan kita menerjemahkan semua buku ilmu pengetahuan di dunia ini ke dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya informasi ilmiah dalam bahasa Indonesia tersebut, pasti akan ada kemajuan di bidang ilmu pengetahuan yang berarti meningkatkan mutu bahasa indonesia sebagai bahasa ilmiah. Bahasa dipakai sebagai alat mengungkap gagasan dan pikiran. Dengan begitu bahasa adalah alat komunikasi sekaligus alat untuk memahami isi dari komunikasi itu sendiri. Komunikasi antar-orang, termasuk komunikasi ilmuwan terhadap fenomena alam dan fenomena kebudayaan.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
Karakterisasi (observasi dan pengukuran), Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil observasi dan pengukuran), Prediksi (deduksi logis dari hipotesis), Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas).
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.
Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan, yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.
Ejaan penting sekali artinya dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa Indonesia produktif tulis. Dalam tulis – menulis orang tidak hanya dituntut untuk dapat menyusun kalimat dengan baik, memilih kata yang tepat, melainkan juga mengeja kata – kata dan kalimat tersebut sesuai dengan ejaan yang berlaku. Dalam surat – suarat pribadi dan kalimat catatan harian misalnya, ketaatan dalam EYD tidak mutlak. Dalam karangan ilmiah, dalam makalah, dan dalam surat – surat perjanjian, kaidah ejaan harus betul – betul ditaati.
Sebelum, EYD diumumkan, dalam tulis menulis dipergunakan ejaan Soewandi atau ejaan Republik, Ejaan tersebut diumumkan berlakunya terhitung mulai 19 maret 1947. Sebelum ejaan Soewandi berlaku Ejaan Van Ophuysen yang ketentuannya dimuat dalam Kiyab Logat Melajoe yang disusun dengan bantuan Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’Mur dan Muhammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini dinyatakan mulai berlaku sejak tahun 1901 sebelum ejaan Van Ophuysen berlaku dalam tulis menulis dalam bahasa Melayu, digunakana huruf Jawi atau Arab Melayu dan juga huruf Latin dengan ejaan yang tidak teratur.
A. PEMAKAIAN HURUF
1. Huruf abjad: abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf-
huruf: Aa, Bb, Cc, Dd, Ee, Ff, Gg, Hh, Ii, Jj, Kk, Ll, Mm, Nn, Oo, Pp, Qq, Rr, Ss, Tt, Uu, Vv, Ww, Xx, Yy, Zz.
2. Huruf vokal: a, e, i, o, u.
3. Huruf konsonan: b, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z.
4. Huruf diftong: ai, au, ai.
5. Gabungan konsonan: kh, ng, ny, sy.
B. PENULISAN HURUF KAPITAL
Huruf kapital dipakai sebagai berikut.
1. Huruf pertama kata pada awal kalimat
2. Huruf pertama petikan langsung
3. Ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, kitab suci, termasuk kata ganti
4. Gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
5. Nama jabatan, pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama
orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
6. Huruf pertama unsur-unsur nama orang
7. Huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
8. Huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa bersejarah.
9. Huruf pertama nama geografi.
10. Huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan,
serta nama dokumen resmi kecuali kata depan atau kata hubung.
11. Huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama
badan,lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
12. Huruf pertama nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata
depan dan kata hubung yang berada di tengah kata.
13. Huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
14. Huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai sebagai sapaan.
15. Huruf pertama kata ganti Anda.
C. PENULISAN HURUF BERCETAK MIRING
1. Menuliskan nama buku, majalah, koran
2. Menuliskan istilah asing, daerah, ilmiah yang ditulis dengan ejaan aslinya
3. Menegaskan huruf, kata, atau frasa yang dipentingkan / dikhususkan
D. PEMAKAIAN TANDA BACA
a. Tanda titik (.) dipakai :
1. Pada akhir kalimat,
2. Pada singkatan nama orang,
3. Pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan,
4. Pada singkatan atau ungkapan yang sangat umum,
5. Di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, dandaftar,
6. Untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu,
7. Untuk memisahkan angka jam, menit, detik yang menunjukan jangka waktu,
b. Tanda titik (.) yang tidak dipakai :
1. Untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang tidak menunjukkan
jumlah ,
2. Dalam singkatan yang terdiri atas huruf–huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan
keduanya,yang terdapat di dalam nama badan pemerintah, lembaga–lembaga nasional atau internasional, atau yang terdapat di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
3. Di belakang alat pengirim dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat.
c. Tanda koma (,) dipakai :
1. Di antara unsur–unsur dalam suatu perincian dan pembilangan
2. Untuk memisahkan kalimat setara;
3. Untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat;
4. Di belakang kata seru yang terdapat pada awal kalimat;
5. Di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal
kalimat;
6. Untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain;
7. Di antara unsur-unsur alamat yang ditulis berurutan;
8. Untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya;
9. Di antara nama orang dan gelar akademik;
10. Di muka angka persepuluhan;
11. Untuk mengapit keterangan tambahan, atau keterangan aposisi.
d. Tanda titik koma (;) dipakai :
1. Untuk memisahkan bagian–bagian kalimat yang sejenis dan setara;
2. Untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti
kata penghubung.
e. Tanda titik dua (:) dipakai :
1. Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian;
2. Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian;
3. Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan
4. Kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan;
5. Di antara jilid atau nomor dan halaman, di antara bab dan ayat dalam kitab – kitab suci,
atau di antara judul dan anak judul suatu karangan (karangn Ali Hakim, Pendidikan
Seumur Hidup : Sebuah Studi, sudah terbit).
f. Tanda hubung (-) dipakai :
1. Untuk menyambung suku–suku kata dasar yang terpisah karena pergantian baris;
2. Untuk menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya;
3. Menyambung unsur–unsur kata ulang;
4. Menyambung huruf kata yang dieja;
5. Untuk memperjelas hubungan bagian–bagian ungkapan;
6. Untuk merangkaikan se- dengan angka, angka dengan –an, singkatan huruf besar
dengan imbuhan atau kata;
7. Untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
g. Tanda pisah (–) dipakai :
1. Untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang member pelajaran (kemerdekaan bangsa itu – saya yakin akan tercapai – diperjuangkan oleh.
2. Untuk menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi
lebih jelas (Rangkaian penemuan ini – evolusi, teori kenisbian, dan kini juga
pembelahan atom – telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta).
3. Di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti ‘sampai dengan’ atau di antara nama
dua kota yang berarti ‘ke’ atau sampai (1945 – 1950 :Bandung – Jakarta).
h. Tanda elipsis (. . .) dipakai :
1. Untuk menggambarkan kalimat yang terputus : Misalnya : Kalau begitu … ya, marilah kita berangkat.
2. Untuk menunjukan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan. Misalnya : Sebab-sebab kemerosotan . . . akan diteliti lebih lanjut.
i. Tandapetik(‘…’)dipakai:
1. Mengapit petikan langsung,
2. Mengapit judul syair, karangan, dan bab buku apabila dipakai dalam kalimat.
3. Mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal.
j. Tanda petik tunggal (‘…’) dipakai :
1. Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan petikan lain, misalnya : Tanya basri, “Kaudengar bunyi ‘kring – kring tadi’?
2. Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing, misalnya : rate of inflation ‘laju inflasi’.
k. Tanda garis miring (/) dipakai :
1. Dalam penomoran kode surat, misalnya : No. 7/ PK/ 1983 ;
2. Sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat, misalnya: mahasiswa / mahasiswi, hanya Rp 30,00 / lembar, Jalan Banteng V / 6.
l. Tanda penyingkat atau apostrop (‘) dipakai :
Menunjukkan penghilangan bagian kata, Misalnya : Amin ‘kan kusurati (‘kan =akan) Malam ‘lah tiba (‘lah=telah)
Sumber :
Wahyu R.N. Tri, “Bahasa Indonesia : Untuk Perguruan Tinggi”, Gunadarma, Jakarta, 2006
http://www.iphin-kool.co.cc/2009/04/peran-dan-fungsi-bahasa-indonesia-dalam.html
http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/06/agus_buku_ajar.pdf.
http://blog.divii.info/2009/10/peranan-bahasa-indonesia-dalam-konsep.html
Tugas 4 Bahasa Indonesia 2
Khasiat Jeruk Nipis...
Jeruk nipis punya banyak manfaat. Selain menjadi minuman yang menyegarkan, buah yang sudah dikonsumsi ribuan tahun yang lalu ini juga bisa mencegah dan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Memang ada begitu banyak jeruk, antara lain jeruk keprok, jeruk manis, jeruk sitrun, jeruk sambal, jeruk nipis, jeruk mandarin, dan masih banyak lagi yang lainnya. Akan tetapi, dari segi manfaat tidak ada satu pun yang menyamai jeruk nipis.
Jeruk nipis merupakan tumbuhan perdu dengan banyak cabang. Tingginya bisa mencapai enam meter. Daunnya berbentuk bulat telur dan bertangkai. Bunganya berbentuk bintang berwarna putih. Batangnya berkayu keras dan biasanya berbuah setelah 2,5 tahun. Buahnya berbentuk bulat dengan permukaan yang licin, berkulit tipis, dan berwarna hijau kekuningan jika sudah tua. Buah jeruk nipis mengandung banyak air dan vitamin C yang tinggi. Daun, buah, dan bunganya, mengandung minyak terbang limonin dan linalool. Biasanya jeruk nipis tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah yang banyak terkena sinar matahari.
Kandungan Zat dalam Jeruk Nipis
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia yang bermanfaat, misalnya: limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, dan sitral. Disamping itu jeruk nipis mengandung asam sitrat.
Berikut Beberapa Khasiat Jeruk Nipis:
- Air jeruk nipis bermanfaat untuk membersihkan toksin dari tubuh. Kulit tidak akan terlihat bagus apabila di tubuh banyak tersimpan toksin, dengan membersihkan toksin dalam tubuh, maka yang pertama terlihat efeknya adalah kulit terlihat cerah dan bersih.
- Jeruk nipis dapat membantu meringankan gangguan pada pencernaan dengan cara mencampurnya dengan air hangat, adapun gangguan pencernaan yang bisa diatasi adalah mual, mulas, dan sembelit yang disebabkan parasit. Jus air jeruk nipis ini sudah terkenal dapat membantu meringankan cegukan atau sendawa. Jus jeruk nipis akan banyak berfungsi menghasilkan tonik pada empedu Anda, sehingga dapat membantu untuk mencernakan makanan, menurunkan produksi jumlah lendir dan membantu melarutkan batu empedu.
- Jeruk nipis mengandung vitamin C yang tinggi, maka dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi, mempercepat masa penyembuhan luka, dan mengurangi alergi. Jus jeruk nipis dapat meringankan gejala asma, radang amandel, dan sakit tenggorokan.
- Jeruk nipis adalah diuretic yang artinya air jeruk nipis ini bermanfaat bagi penderita infeksi pada saluran urine. Air jeruk nipis juga dapat bermanfaat untuk penderita rematik karena zat yang terkandung di dalamnya dapat mengeluarkan atau membersihkan toksin dan bakteri dari dalam tubuh. Apabila jeruk nipis dicampur dengan kopi dapat membantu meredakan sakit kepala, karena dapat menarik atau menetralkan kafein yang banyak terkandung dalam kopi.
- Bila dimanfaatkan sebagai obat luar, jus jeruk nipis dapat dipergunakan untuk menghentikan hidung berdarah, adapun caranya dengan menuangkan jus jeruk tersebut pada kapas kemudian dioleskan ke lubang hidung, menghentikan pendarahan gusi dan menghaluskan bibir namun hati-hati apabila bibir Anda dalam keadaan pecah-pecah akan terasa perih. Air jeruk nipis juga bisa dimanfaatkan sebagai pelindung kulit dari sinar matahari.
- Jeruk nipis juga bermanfaat sebagai penyubur pertumbuhan rambut, mengkilaukan rambut yang kusam dan menghitamkan rambut yang pirang. Adapun caranya dengan memeras air jeruk nipis secukupnya, airnya diusapkan ke rambut kemudian dijemur dengan sinar matahari selama 1 jam, baru bilas dengan sampo sampai bersih maka rambut Anda akan terlihat berkilau dan kelihatan lebih sehat.
- Minyak atsiri daun jeruk nipis dapat menghambat pertumbuhan staphylococcus aureus (kuman pada kulit). Air jeruk nipis dapat digunakan sebagai obat kumur pada penderita sakit tenggorokan. Bau harumnya membuat enak, sedap ketika kita berkumur. Kulitnya, bila ditahan di dalam mulut, bisa mengharumkan atau mengurangi bau mulut tak sedap dan mengatasi radang, karena mengandung zat asam yang dapat mematikan kuman.
Tugas Akuntansi Manajemen Hari Saputra 3EA01 10207514
Anggaran Induk (Master Budget)
Anggaran induk (master budget) adalah sebuah anggaran komprehensif yang menyatakan keseluruhan rencana bisnis bagi seluruh perusahaan untuk suatu periode yang mencakup satu tahun atau kurang. Anggaran induk terdiri atas dua komponen utama, yakni :
(1) Anggaran operasi, dan
(2) Anggaran keuangan
Anggaran operasi merupakan deskripsi rinci pendapatan dan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai hasil laba yang memuaskan. Anggaran keuangan memperlihatkan ekspektasi arus kas dan posisi keuangan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang terencana. Induk anggaran untuk sebuah perusahaan pabrikasi akan berisi anggaran berikut:
| Anggaran Operasi | Anggaran Keuangan |
| Angg. Penjualan | Anggaran pengeluaran modal |
| Angg. Produksi | Anggaran Kas |
| Angg. Bhn. | Laporan Laba Rugi dianggarkan |
| Angg. Tenaga Kerja Langsung | Neraca Dianggarkan. |
| Angg. Overhead Pabrik | |
| Angg. Persed. Akhir Barang Jadi. | |
| Angg. Beban Penjualan & Adm. | |
1. Anggaran Biaya Penjualan
Anggaran Penjualan adalah merupakan suatu penentuan jumlah unit penjualan yang diperkirakan akan dijual di dalam suatu perusahaan untuk periode yang akan datang. Pada umumnya anggaran penjualan ini akan menyebutkan jumlah unit yang dijual serta harga jual per unit produk tersebut untuk masing-masing daerah penjualan yang ada. Dengan demikian, maka dari anggaran penjualan yang disusun tersebut akan dapat diketahui proyeksi penerimaan pendapatan perusahaan dari penjualan produk serta jumlah unit untuk masing-masing jenis produk yang dijual.
Untuk menyusun anggaran penjualan ini perlu disusun peramalah penjualan perusahaan dengan mempergunakan model yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi dari penjualan produk perusahaan.
2. Anggaran Produksi
Anggaran produksi merupakan skedul rinci yang mengidentifikasi produk atau jasa yang harus dihasilkan atau disediakan untuk meraih penjualan yang dianggarkan dan kebutuhan persediaan. Anggaran produksi dapat disusun setelah mengetahui berapa besar rencana penjualan untuk masing-masing produk. Rencana penjualan ini dapat dilihat dalam anggaran penjualan. Berdasarkan rencana penjualan yang telah tersusun tersebut serta dengan mempertimbangkan perubahan persediaan produk akhir yang ada, maka anggaran produksi dapat disusun.
• Di dalam pemilihan pola produksi untuk perusahaan, maka manajemen selayaknya mempertimbangkan berbagai macam faktor yang berhubungan dengan biaya-biaya yang menjadi tanggungan perusahaan apabila perusahaan tersebut memilih salah satu dari pola produksi antara lain : Pola produksi konstan, Pola produksi bergelombang, Pola produksi moderat.
3. Anggaran Biaya Bahan Baku
Anggaran Biaya Bahan Baku merupakan pembelian yang diperlukan untuk sepanjang tahun yang dirinci untuk setiap jenis bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi dan untuk tujuan persediaan yang diinginkan. Apabila anggaran bahan baku telah disusun, maka anggaran bahan baku telah dapat disusun pula. Dengan dasar kebutuhan bahan baku yang akan dibeli ini maka manajemen perusahaan akan deapat memperhitungkan berapa besarnya dana yang diperlukan dalam pembelian bahan baku untuk keperluan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan
4. Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung merupakan unsur penting yang akan dikendalikan biayanya, Karena tenaga kerja langsung salah satu unsur pembentuk harga pokok produksi. Tanpa adanya pengendalian tenaga kerja langsung yang baik, maka besar kemungkinan bahwa biaya tenaga kerja langsung ini menjadi lebih besar dari biaya yang sewajarnya, sehingga harga pokok produksi akan menjadi bertambah besar. Kondisi ini tentu saja akan menurunkan daya saing perusahaan.
• Untuk mengadakan perhitungan terhadap biaya tenaga kerja langsung yang dipergunakan di dalam pelaksanaan proses produksi, maka perlu ditentukan dahulu satuan dasar yang akan dipergunakan untuk perhitungan tersebut. Satuan dasar ini penting artinya karena dengan adanya satuan dasar, maka kesimpangsiuran di dalam penyusunan biaya tenaga kerja langsung tersebut akan dapat dihindarkan.
• Pada umumnya untuk menyusun perhitungan biaya tenaga kerja langsung dikenal 2 macam dasar perhitungan, yaitu upah per unit produk dan upah per jam. Masing-masing sistem upah tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga sebelum mengadakan pemilihan sistem mana yang dipergunakan di dalam perusahaan maka perlu mempelajari terlebih dahulu sistem mana yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
5. Biaya Overhead Pabrik
Anggaran Biaya Overhead Pabrik merupakan komponen ketiga di dalam penyusunan perhitungan besarnya harga pokok produksi. Biaya overhead pabrik terdiri dari seluruh biaya yang terjadi di dalam pabrik kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
• Untuk menyusun biaya overhead pabrik ini manajemen akan menetapkan besarnya tarif biaya overhad pabrik atas dasar anggaran biaya overhead pabrik yang akan dikeluarkan pada tahun yang akan datang yang dibebankan kepada setiap unit produk yang diproduksikan. Manajemen perusahaan akan memilih suatu variable sebagai dasar perhitungan biaya overhead pabrik yang ada dalam perusahaan. Pada dasarnya manajemen perusahaan akan mempergunakan dasar jam kerja buruh langsung untuk mengadakan perhitungan besarnya biaya overhead pabrik di dalam perusahaan tersebut.
6. Anggaran Persediaan
Merupakan anggaran yang merencanakan secara terperinci berapa nilai persediaan pada periode yang akan datang.
7. Anggaran Biaya Non Produksi
Anggaran Biaya Non Produksi merupakan sruktur terinci yang tidak termasuk dalam biaya-biaya produksi. Selain itu biaya non produksi ini hanya sebagai penunjang kegiatan produksi sehingga tidak akan mempengaruhi penjualan yang sudah dianggarkan dan kebutuhan persediaan.
8. Anggaran Pengeluaran Modal
Anggaran Pengeluaran Modal merupakan anggaran yang mengumpulkan laba sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan semua aktiva atau modal yang dimiliki. Oleh karena itu dalam anggaran ini harus sangat teliti dalam mengambil keputusan untuk menghindari kerugian yang sangat besar.
9. Anggaran Kas
Anggaran Kas merupakan anggaran yang sederhana menunjukkan saldo awal kas, ditambah kas masuk yang diantisipasi lebih, dikurangi pengeluaran kas yang diantisipasi, saldo kas lebih atau kurang maupun yang akan mungkin perlu dipinjam.
10. Anggaran Rugi – Laba
Anggaran rugi laba adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang peghasilan dan biaya-biaya perusahaan selama satu periode. Biaya dimasukkan ke dalam laporan laba rugi untuk mengurangkan penghasilan, sehingga selisihnya dapat berupa laba bersih (positif) atau rugi (negatif). Laporan laba rugi dibuat untuk meringkas peghasilan dan baiya-biaya perusahaan selama satu periode.
11. Anggaran Neraca
Anggaran Neraca merupakan sebuah laporan yang memperlihatkan keadaan keuangan sebuah perusahaan pada suatu saat. Dalam neraca tersebut tercantum jumlah kekayaan,jumlah utang,dan modal sendiri dari sebuah perusahaan. Jumlah kekayaan terlihat pada bagian aktiva, sedangkan jumlah utang dan modal sendiri terlihat pada bagian pasiva.
12. Anggaran Perubahan Posisi Keuangan
Anggaran perubahan posisi keuangan adalah anggaran yang merencanakan keadaan arus dan perubahan-perubahan dalam posisi keuangan selama tahun buku yang bersangkutan. Dengan kata lain, bahwa anggaran perubahan posisi keungan maksudnya adalah mengenai rencana perubahan aktiva, utang, modal perusahaan selama periode anggaran. Anggaran ini disusun dari Anggaran Neraca.
Tugas 3 Bahasa Indonesia 2 Latihan Bab IV (Gorys Keraf) no. 1-5.
1. Apa yang akan anda simpulkan dengan meggunakan data-data berikut ini :
a. Hasil tahun pertama pelita I bagi Departemen PUTL adalah anggaran yang ditetapkan Rp 33.690.000.000,- sebelum habis tahun anggaran itu sudah habis dipakai, sebab itu departeman ini mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp. 6.365.000.000,-
Jawab :
Jadi dapat ditarik kesimpulan dana yang ada pada tahun pelita I dengan Rp 33.690.000.000 telah habis dipakai dan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 6.365.000.000 yang dimiliki oleh departemen sekarang dana itu diperoleh sebelum habis tahun.
b. Departemen P & K
Anggaran belanja yang ditetapkan Rp. 5.500.000.000,-. Dalam bulan Pebruai 1970 baru digunakan Rp. 2.500.000.000,-
Jawab :
Maka kita dapat menarik kesimpulan yang telah di belanjakan oleh Depertemen P & K pada bulan Pebruari Rp. 2500.000.000 sedangkan anggaranya Rp. 5.500.000.000 maka dana yang dimiliki Depertemen P & K setelah di belanjakan sebesar Rp. 3.000.000.000,-
c. Depertemen pertenian :
Anggaran yang ditetapkan Rp 6.697.948.200,-
Terpakai Rp 6.675.415.470,-
Jawab :
Maka dapat disimpulkan Depertemen Pertanian memiliki anggaan yang telah ditetepkan sebesar 6.697.948.200,- dana anggaran tersebut telah digunakan sebesar Rp. 6.675.415.470 maka sisa anggaran tersebut adalah sebesar Rp 22.532.730,- .
2. Jalan pikiran dibawah ini memrgunakan corak panaan yang man ?
Benarkah proses penalaran ini ?
a. Untuk memahami seorang penyeidik harus minum sampai mabuk .
Jawab :
Penaralan ini masuk ke Silogisme Hipotesis, dan Proses Penalaran ini tidak benar.
b. Pemerintahan berkewajiban mejaga keselamatan jiwa raga bangsa Indonesia. Untuk menjaga keselamatan jiwa raga bangsa dan moral bangsa, pemerintahan berhak mengadakan sensor terhadap film-film untuk itu pemerintah membentuk panitia sensor yang bertugas mensensor semua film. Sebab itu apapun keputusan panitia harus diterima oleh semua rakyat Indonesia.
Jawab :
Penalaran ini masuk ke Silogisme Kategorial dan Proses dari penalaran tersebut Benar
c. Mereka yang melakukan karupsi juta rupiah atas uang Negara, diminta untuk menyelesaikan pekaranya diluar pengadilan. Orang –orang semacam itu bisanya orang yang berada dan berkedudukan tinggi. Mat Bagong ditangkap , dipukul dan ditahan berbulan-bulan karna memalsukan kuitansi pengobatan dengan selisih Rp. 150,- ia akhirnya dijatuhi hukuman penjara tiga bulan. Sebab itu lebih baik mengkorup uang jutaan rupiah daripada memalsukan kuitansi yang berjumalah Rp. 150,-
Jawab :
Penalaran yang diatas termasuk penalaran Deduksi dan Proses dai Penalaran ini Tidak Benar.
3. Tetapkan jenis silogisme berikut :
a. Tiap orang Indonesia termasuk pembayaran pajak atau tidak. Ia adalah pembayar pajak. Sebab itu ia tidak termasuk orang Indonesia yang tidak membayar pajak .
Jawab :
Jenis Silogisme yang diatas adalah Silogisme Hipotesis
b. Seorang yang dikuasi oleh kemarahan akan kehilangan akal sehatnya. Pak sabar tidak pernah marah sesaat pun. Sebab itu ia tidak pernah kehilangan akal sehatnya.
Jawab :
Jenis silogisme point b adalah Silogisme Kategoria.
c. Mereka yang dari lahirkaya tidak mebayangkan bagaimana menjadi orang miskin. Pak Karta adalah orang yang tidak kaya dai kelahiran. Sebab itu ia bias membayangkan betapa menjadi oang miskin.
Jawab :
Jadi jenis silogisme pada point c adalah Silogisme Alternatif.
d. Semua yang masuk keprguruan tinggi adalah Mahasiswa. Bejo adalah seorang yang masuk perguruan tinggi. Sebab itu Bejo adalah seorang Mahasiswa.
Jawab :
Jenis Silogisme pada Point d adalah termasuk Silogisme Kategorial.
4. “ karena semua pesawat Garuda yang saya tumapangi adalah pesawat yang bermesin yet, maka semua pesawat milik Garuda adalah pesawat bermesin yet . “
Yang mana dari penalaran berikut paling mirip dengan penalaran diatas ? Jelaskan !
a. Karena semua mahasiswa yang telah saya jumapai adalah orang-orang yang cerdas, maka tamapak hanya sedikit yang akan gagal dalam ujian
Jawab :
Kalimat dari penalaran point a Tidak mirip karena dari kalimat tersebut tidak saling berkaitan
b. Semua bahasa didunia yang pernah saya pelajai memiliki kata seru : kata seru ini memiliki unsure primitive dari bahasa yang bentuk kalimat yang masih betahan
Jawab :
Kalimat penalaran point b Tidak mirip dengan penalaran yang diatas karena keduanya tidak saling berkaitan.
c. Karena semua novel yang ditulisnya cenderung bernada seks, maka agaknya ia tertarik dengan masalah seks
Jawab :
Penalaran point c Ya Mirip dengan penalaran yang di atas karena keduanya saling berkaitan.
d. Karena semua buruh di perusahan itu rajin melaksanakan tugasnya, maka semuanya adalah buruh yang penuh tanggung jawab
Jawab :
Penalaran Point d Tidak Mirip dengan penalaan di atas karena kalimat penalaran tersebuat tidak saling berkaitan.
e. Karena semua kapal yang pernah saya tumpangi memberikan pelayanan yang sangat memuaskan maka semua kapal sangat memuaskan servisnya.
Jawab :
Penalaran Point e Ya mirip dengan penalaran diatas karena kalimat penalaran tersebut keduanya saling berkaitan.
5. Peluaslah entimem berikut menjadi sebuah silogisme !
a. Ia seorang Negara yang baik, sebab setiap ada aksi-aksi social untuk kepentingan bangsa ia selalu ikut .
Jawab :
Mayor : seorang warga yang baik adalah selalu ikut setiap ada aksi-aksi social untuk kepentingan bangsa.
Minor : Ia adalah seorang warga yang baik.
Konklusi : sebab itu,ia selalu ikut setiap ada aksi-aksi social untuk kepentingan bangsa.
b. Ia pasti seorang ahli dalam bidang matematik, karena ia mengajar metmatika di fakultas, tersebut.
Jawab :
Silogisme kategorial.
Mayor : Siapa saja yang ahli dalam bidang matematik adalah yang mengajar matematik difakultas tesebut
Minor : Ia adalah seorang yang ahli dalam bidang matematik.
Konklusi : sebab itu, ia mengajar matematik di fakultas tersebut ahli dalam bidang matematik.
c. Kita harus mmbantu usaha peri kemanusiaan yang telah di cetuskan oleh presiden, karena usaha ini merupakan jalan yang paling baik untuk memanjukan putra-putri Irian Jaya.
Jawab :
Silogisme kategorial
Mayor : Usaha peri kemanusiaan yang telah dicetuskan oleh pesiden adalah untuk memajukan putra-putri Irian Jaya.
Minor : Usaha itu merupakan jalan yang paling baik.
Konklusi : Usaha itu merupakan jalan yang paling baik untuk memajukan putra-putri Irian Jaya.
d. Merka menerima syarat pekejaan itu karena mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya.
Jawab :
Silogisme kategorial
Mayor : Syarat kerja itu mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya
Minor : Mereka menerima syarat kerja itu.
Konklusi : Mereka menerima syarat kerja itu yang mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya,
e. Ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional, karena ia menguasai lima bahasa dunia.
Jawab :
Mayor : berhasil dalam dunia usaha internasional.
Minor : Ia menguasai 5 bahasa dunia
Konklusi : sebab itu, Ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional.
f. Ia harus memasuki perguruan tinggi , karena ia berbakat.
Jawab :
Mayor : Jika berbakat, maka ia harus memasuki perguruan tinggi.
Minor : Ia berbakat
Konklusi : Sebab itu, Ia harus memasuki perguruan tinggi.
